Category: Parenting

Blog

Dahsyatnya Manfaat Membaca Al-Qur’an setelah Subuh dan Maghrib

Dahsyatnya Manfaat
Membaca Al-Qur’an setelah
Subuh dan Maghrib

Menurut hasil penelitian ternyata membaca Al-Qur’an sehabis Maghrib dan sesudah Subuh itu dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 % , karena di sana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari , disamping itu ada tiga aktifitas sekaligus , yaitu membaca , melihat dan
mendengar.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Read more “Dahsyatnya Manfaat Membaca Al-Qur’an setelah Subuh dan Maghrib”

Blog

Pertanyaan-pertanyaan favorit saat dikonfrontasi soal vaksin

Waktu gue hamil Jiffar, lebih dari empat tahun yang lalu, gue baca buku ‘What To Expect’ yang feels like a complete bible to me. Dan karena buku itu, gue bikin keputusan.. anak gue bakal gue vaksin lengkap. Waktu berjalan, Jiff lahir dan mulai deh serangkaian jadwal vaksin. Bahkan gue sampai bikin kalender lengkap dan pasang reminder di hp supaya gak telat.

 

Vaksin pertama langsung dikasih di hari Jiff lahir. Hepatitis B dan Polio. Sebulan kemudian, BCG dan Hepatitis B. Umur 2 bulan di jadwal Jiff harus vaksin Polio, DTP, HIB dan PCV alias Pneumokokus. Akhirnya gue memutuskan untuk vaksin Jiff dengan Pentacel. Vaksin diphtheria, tetanus, pertussis, poliomyelitis, dan penyakit invasif karena Haemophilus influenzae tipe b.

 

Pada saat Jiff mau di vaksin, dokter nya cek rutin kesehatan dan menemukan semacam bentol-bentol kecil di lengan. Padahal waktu mau berangkat ke dokter belum ada tuh. Tapi rupaya timbul pas nunggu di rumah sakit. Ya sudahlah, kita reschedule ke minggu berikutnya.

 

Seminggu kemudian, Jiff tampak sehat dan ceria. Kurang lebih jam 11 pagi dia disuntik Pentacel. Dokternya bagus, dia menempelkan label vaksin nya di buku bayi Jiff. Jadi dokumentasi gue lengkap banget. Mulai dari merek Vaksin sampai ingredients nya ada.

 

Sampai di rumah, badan Jiff hangat. Dan dimulai lah keanehan pada anak gue satu-satunya itu. Karena gue gak kerja, gue full merawat Jiffar. Jadi hapal banget sama behaviour nya Jiff.

 

Gejala keanehan pertama, wajahnya dia jadi Puffy. Selain badannya yang tambah panas, Jiff jadi gak responsif. Gak ada kontak mata dan dia diem aja pas dipanggil namanya. Padahal biasanya dia sangat responsif, selalu menengok ke arah suara setiap dipanggil dan malah tertawa pas lihat wajah momma nya. Hari itu Jiff malah sibuk dengan jari-jarinya. Dia mainin tangan seperti belum pernah liat tangannya selama ini. Dan gak berhenti-henti sepanjang siang sampai malam dia mainan jari seperti punya dunia sendiri.

 

Gue takut banget. Dan hal pertama yang gue lakukan adalah kasih Jiff ASI nonstop. Jadi malam itu sampai pagi Jiff gak pernah lepas dari gue. Asi dan skin to skin contact untuk menurunkan panas nya. Alhamdulillah dalam lima hari panas hilang total. Tapi rasa takut dalam diri gue gak pernah hilang.

 

Sejak hari itu gue googling like crazy. Mulai dari Pentacel sampai akhirnya mengenai vaksin dan penyakit yang dicegahnya secara umum. Tiga bulan kemudian, dari riset dan analisa pribadi gue itu, gue memutuskan untuk berhenti vaksin Jiffar. Menurut gue Jiffar termasuk anak yang beresiko terhadap vaksin. Secara singkat, dari neneknya jiff, sampai ortunya Jiff yaitu gue dan bang oi, semua fully and completely vaccined. Gue punya asma dan alergi dan bang oi punya alergi. This is not helping for Jiff.

 

Gue juga banyak masuk ke forum di mothering.com dan banyak melihat anak-anak yang seumur hidupnya gak pernah di vaksin and they are never get seriously ill.

 

My parenting bible gue pun ganti menjadi buku-bukunya Dr.Sears dan Ina May Gaskin. Gue mulai mempraktekan Attachment Parenting dan khusus untuk vaccine gue punya buku Vaccine Debate yang gue beli dari mothering.com untuk bantu gue bikin keputusan soal vaksin.

 

Soal vaksin udah beres, ternyata ada satu hal lagi yang harus gue hadapi. Yaitu… para tetua dan orang-orang sekitar gue yang masih mendewakan vaksin dan belum meng-update ilmu mereka. Namun seiring dengan waktu, kelihaian dan kecanggihan gue menampik pertanyaan dan anjuran memaksa untuk vaksin pun semakin terasah.

 

Dan gue bermaksud untuk membaginya ke sesama momma momma yang sudah bikin keputusan soal vaksin dan sedang butuh sedikit tips untuk menghadapi lingkungan sekitar… hehe

 

Pertanyaan-pertanyaan favorit gue saat dikonfrontasi soal vaksin:

 

  1. Tau gak ingredients alias bahan kandungan dari setiap vaksin yang dikasih ke anak nya? Ini pertanyaan seru, karena biasanya merek vaksin nya aja pun gak tau..
  2. Tau gak berapa jumlah angka kematian dan cedera akibat vaksin di Indonesia?
  3. Ada berapa jumlah riset dan penelitian mengenai vaksin yang tidak dibiayai oleh perusahaan farmasi?

 

Kebanyakan orang gak tau jawaban dari tiga pertanyaan diatas dan terlalu malas untuk mencari tau dan mengedukasi dirinya sendiri. And I really think I don’t need to waste my time with those who are so ignorant even to their own children.